apa itu Studi Literatur????
Studi literatur adalah salah satu kegiatan dalam riset S2 dan S3 yang memiliki fungsi penting. Tujuan studi literatur adalah untuk mendapatkan “peta” tentang domain penelitian yang akan dilaksanakan. Peta domain ini sebenarnya berwujud pengetahuan tentang riset-riset yang dilakukan oleh peneliti lain dalam area penelitian kita. Pengetahuan ini tidak hanya berupa pemahaman terhadap riset-riset tersebut, tetapi juga saling-kait yang terbentuk antar riset-riset tadi. Seperti diketahui, sebuah penelitian tidak muncul begitu saja, tetapi ia selalu mencoba menyelesaikan atau menjawab persoalan yang ditinggalkan penelitian sebelumnya. Keterkaitan inilah, yang jika dirangkai secara menyeluruh, menyusun graf yang membentuk “peta” domain penelitian kita.
Peta domain penelitian ini berguna dalam berbagai fase studi S2/S3. Pada fase awal, peta ini dapat mengarahkan mahasiswa untuk menentukan topik riset yang akan dipilih. Pengetahuan tentang domain yang kita pilih memungkinkan kita mengidentifikasi area-area mana saja yang belum pernah dieksplorasi orang lain, atau yang masih menyisakan problem-problem yang bisa kita teliti. Dalam studi S3 yang menekankan pada orisinalitas, kemampuan mengidentifikasi area penelitian (dan selanjutnya bisa dikembangkan menjadi topik penelitian) merupakan kunci penting. Jika anda masih berada dalam tahapan penentuan topik penelitian, jangan beranjak dari situ sebelum anda (dan pembimbing) merasa secure dan mantap dengan topik yang dipilih.
Pada tahap penulisan proposal, peta domain penelitian juga bermanfaat untuk menjustifikasikan orisinalitas topik yang diusulkan. Dengan teknik compare-and-contrast, mahasiswa bisa menunjukkan posisi (positioning) risetnya relatif terhadap penelitian-penelitian lain. Intinya, anda harus bisa menunjukkan apa perbedaan penelitian anda dengan penelitian lain. Dengan cara menunjukkan perbedaan-perbedaan inilah pembaca proposal bisa diyakinkan tentang keaslian dan kebaruan topik anda.
Bagaimana melakukan studi literatur? Yang jelas kegiatan ini harus dilaksanakan secara terbimbing dan terencana. Mulailah dengan mendefinisikan bidang yang anda pilih. Bacalah artikel, buku, dan tulisan dalam bidang itu, dan cobalah pahami esensi tiap tulisan tersebut, dan coba mulailah mengaitkan ide atau konsep yang muncul. Memang pada saat-saat awal anda biasanya hanya akan menyentuh hal-hal yang sifatnya superfisial (ilmiah populer), tapi jangan khawatir. Lakukan stepwise drill-down. Mestinya dalam course ini anda menemukan hal-hal spesifik yg menarik, nah, lakukan eksplorasi secara lebih mendalam ke hal-hal spesifik tersebut. Masuklah ke level yang lebih detil. Bacalah artikel-artikel ilmiah, terutama seminar-seminar dan jurnal-jurnal internasional yang khusus membahas bidang tersebut. Jika sudah berada pada level yang spesifik, jangan membaca buku, apalagi text book. Ingatlah bahwa text book itu hanya berbicara pada level umum. Lakukan seperti yang telah saya tulis di atas: pahami substansi dari artikel-artikel tersebut, lalu coba tarik benang merah di antaranya.
Pada akhirnya, mungkin tanpa anda sadari, anda akan mengerti apa yang sedang dibicarakan para peneliti lain dalam bidang yg anda pilih tersebut. Pada saat ini, anda sudah “masuk” ke dalam dunia mereka. Selamat!
Tugas berikutnya adalah menemukan peluang bagi penelitian anda: area mana dalam dunia tersebut yang belum diteliti orang lain. Dalam tahap ini, seorang mahasiswa S3 harus menempuh perjalanannya sendirian. Ya…sendirian, bahkan pembimbingnyapun tidak bisa menemani dari dekat.
Studi literatur juga memerlukan information skills. Mencari artikel conference dan jurnal sering kali tidak mudah, apalagi jika perpustakaan universitas tidak melanggan jurnal-jurnal yang diperlukan. Tapi untungnya Internet menyediakan tools dan resources lain yang tidak kalah bermanfaat. Ada cukup banyak jurnal dan prosiding seminar yang bisa diakses secara cuma-cuma. Pun jika artikel yang diincar harus diakses dari situs berbayar, kita juga bisa mencari alternatif sumber lain yang gratis (misalkan, dari situs pribadi penulisnya). Yang penting adalah bagaimana bisa menemukan apa yang diperlukan. Ketrampilan menggunakan search engine, pengetahuan tentang sumber-sumber informasi, serta melacak artikel-artikel berikutnya yang harus dibaca adalah contoh-contoh information skills yang perlu dikuasai mahasiswa.
Pada akhirnya, selain kemampuan intelektual untuk memahami tulisan-tulisan ilmiah, yang tidak kalah pentingnya dalam studi literatur adalah kesabaran, konsistensi, dan ketekunan. Sikap inilah yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa pascasarjana, khususnya S3.
Kamis, 15 April 2010
Rabu, 14 April 2010
budidaya ikan bawal air tawar
Mengenal Budidaya Ikan Bawal
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Ikan bawal air tawar atau colossoma macropomum adalah salah satu ikan unggulan budi daya perikanan air tawar. Secara umum, Bawal terbagi menjadi dua jenis yaitu bawal putih dan hitam. Bawal putih dikatakan lebih tinggi permintaannya berbanding yang bawal hitam.
Usaha budidaya ikan bawal dimaksudkan untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan ini dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain : Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami.
Berikut panduan budidaya ikan bawal :
* Persiapan Kolam
Persiapan kolam ikan bawal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg/100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.
Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 - 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.
Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru bibit ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).
* Pemilihan dan penebaran benih.
Hanya dengan benih yang baik, ikan bawal akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar dalam kolam ikan secara perlahan-lahan.
* Kualitas Pakan Dan Cara Pemberian
Hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.
* Pemungutan Hasil
Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m2. Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Ikan bawal air tawar atau colossoma macropomum adalah salah satu ikan unggulan budi daya perikanan air tawar. Secara umum, Bawal terbagi menjadi dua jenis yaitu bawal putih dan hitam. Bawal putih dikatakan lebih tinggi permintaannya berbanding yang bawal hitam.
Usaha budidaya ikan bawal dimaksudkan untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan ini dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain : Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami.
Berikut panduan budidaya ikan bawal :
* Persiapan Kolam
Persiapan kolam ikan bawal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg/100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.
Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 - 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.
Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru bibit ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).
* Pemilihan dan penebaran benih.
Hanya dengan benih yang baik, ikan bawal akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar dalam kolam ikan secara perlahan-lahan.
* Kualitas Pakan Dan Cara Pemberian
Hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.
* Pemungutan Hasil
Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m2. Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.

Ikan Bawal Bakar Bumbu Kuning
Ditulis oleh ummurifqi di/pada November 8, 2008
ikan-bawal-bakar
Resepnya ngambil dari sini…kemudian dimodif sendiri…
kalau diresep aslinya dicocol pakai sambal kacang..
tapi oleh saya diganti sambal terasi….hmmm….sedapnya…
ga ada lagi nasi sisa :)
Ikan Bakar Bawal:
Resep aslinya: Ikan Bakar teluk penyu by Lia Dapur gue
dimodif by ummurifqi
Bahan:
Ikan bawal 1ekor yang besar, bersihkan, sayat-sayat badannya.
Bumbu rendaman:
Bawang putih 3 siung
Merica bulat 1/2 sdt (kata abinya sih kurang terasa..)
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
3 butir kemiri
1/2 sdt garam
Bahan olesan:
kecap+minyak goreng.
Pelengkap:
Nasi anget, lalapan, sambal terasi
Cara:
1.Lumuri ikan dengan bumbu halus, diamkan di kulkas selama 2 jam.
2.Bakar diatas arang sambil sering dioles sisa bumbu rendaman, bolak-balik sambil dioles lagi sampai ikan bener-bener matang sampai ke dalam-dalamnya.
3.Kuas dengan bahan olesan, panggang sebentar. angkat. Sajikan segera dengan pelengkap
Sambal Terasi:
@ 2 buah cabe merah
@ 2 buah cabe rawit (kalau suka pedes ditambah lagi)
@ 2 siung bawang merah
@ 2 siung bawang putih
@ tomat 1/2, goreng matang
@ terasi matang 1/2 sdt
Cara: – Goreng semua setengah matang kecuali terasi, ulek sampai halus.
- biar lebih seger, tambahkan air jeruk sambal secukupnya…
Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahawa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud : "Wahai akal mengadaplah engkau." Maka akal pun mengadap kehadapan Allah S.W.T., kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal berbaliklah engkau!", lalu akal pun berbalik. Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang bermaksud : "Wahai akal! Siapakah aku?". Lalu akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah." Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau." Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang bermaksud : "Wahai nafsu, mengadaplah kamu!". Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau." Setelah itu Allah S.W.T menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau." Lalu Allah S.W.T menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu' selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, " Aku adalah hamba-Mu dan Kamu adalah tuhanku." Dalam kitab tersebut juga diterangkan bahawa dengan sebab itulah maka Allah S.W.T mewajibkan puasa.Dalam kisah ini dapatlah kita mengetahui bahawa nafsu itu adalah sangat jahat oleh itu hendaklah kita mengawal nafsu itu, jangan biarkan nafsu itu mengawal kita, sebab kalau dia yang mengawal kita maka kita akan menjadi musnah.
bawal putih(stromateus neglatus)
ikan Bawal (bahasa Inggeris: Silver Pomfret), Pampus argenteus, sering kali menjadi pilihan utama sebagai hidangan istimewa di meja pengantin atau meja utama. Secara amnya ikan Bawal terbahagi kepada dua jenis iaitu bawal putih dan hitam. Ikan bawal putih dikatakan lebih tinggi permintaannya berbanding yang bawal hitam.
Bawal putih juga dikenali dengan panggilan bawal cermin, kilat, dueh putih atau dueh bujang. Ia juga dipanggil Silver Pomfret. Bawal cermin berbentuk seperti rombus dan sedikit cembung. Bawal cermin dewasa kelihatan lebih lebar dan cembung. Mata terletak di bahagian kepala yang kelihatan seakan bersambung terus dengan badan.
Meskipun badan bawal cermin kelihatan lebar tetapi mulut dan matanya agak kecil dan berhimpun di sudut hujung bahagian kepala. Rahang atas dan bawah juga tidak boleh membuka dengan luas.
Mungkin juga bawal cermin mendapat namanya dari pantulan cahaya dari badannya yang berkilat dan berwarna perak. Garisan deria di badannya bermula dari insang hingga mencecah zon ekor.
Manakala sirip pektoral lebih panjang berbanding sirip dorsal dan ekor melengkung bentuk V. Warna - Badan bawal cermin diliputi sisik halus berwarna putih beralun perak dan bahagian sirip memancarkan warna kelabu. Sesetengah bahagian badannya diliputi bintik hitam halus.
Ikan Bawal banyak terdapat di Lautan Hindi selain Afrika, Malaysia dan Jepun.
Ikan Bawal hidup dan berenang secara berkumpulan. Biasanya pada musim tertentu bawal cermin boleh didapati dengan banyak. Ia juga dikatakan sering didapati beriringan dengan udang di dasar laut.
Pergerakan spesies bawal dalam berkawan menjadikannya sebagai tangkapan yang sesuai dengan menggunakan pukat. Bagaimanapun ia boleh ditangkap menggunakan pancing dan rawai.
Bawal putih juga dikenali dengan panggilan bawal cermin, kilat, dueh putih atau dueh bujang. Ia juga dipanggil Silver Pomfret. Bawal cermin berbentuk seperti rombus dan sedikit cembung. Bawal cermin dewasa kelihatan lebih lebar dan cembung. Mata terletak di bahagian kepala yang kelihatan seakan bersambung terus dengan badan.
Meskipun badan bawal cermin kelihatan lebar tetapi mulut dan matanya agak kecil dan berhimpun di sudut hujung bahagian kepala. Rahang atas dan bawah juga tidak boleh membuka dengan luas.
Mungkin juga bawal cermin mendapat namanya dari pantulan cahaya dari badannya yang berkilat dan berwarna perak. Garisan deria di badannya bermula dari insang hingga mencecah zon ekor.
Manakala sirip pektoral lebih panjang berbanding sirip dorsal dan ekor melengkung bentuk V. Warna - Badan bawal cermin diliputi sisik halus berwarna putih beralun perak dan bahagian sirip memancarkan warna kelabu. Sesetengah bahagian badannya diliputi bintik hitam halus.
Ikan Bawal banyak terdapat di Lautan Hindi selain Afrika, Malaysia dan Jepun.
Ikan Bawal hidup dan berenang secara berkumpulan. Biasanya pada musim tertentu bawal cermin boleh didapati dengan banyak. Ia juga dikatakan sering didapati beriringan dengan udang di dasar laut.
Pergerakan spesies bawal dalam berkawan menjadikannya sebagai tangkapan yang sesuai dengan menggunakan pukat. Bagaimanapun ia boleh ditangkap menggunakan pancing dan rawai.
Rawai (Long Line)
Rawai (Long Line) terdiri dari rangkaian tali utama dan tali pelampung, dimana pada tali utama pada jarak tertentu terdapat beberapa tali cabang yang pendek dan berdiameter lebih kecil dan di ujung tali cabang ini diikatkan pancing yang berumpan.
Rawai yang dipasang di dasar perairan secara tetap dalam jangka waktu tertentu disebut Rawai Tetap atau Bottom Long Line atau Set Long Line digunakan untuk menangkap ikan-ikan demersal (Gambar 4.18). Ada juga Rawai yang hanyut biasa disebut Dript Long Line digunakan untuk menangkap ikan-ikan pelagis.
Bahan tali pancing dapat terbuat dari bahan monofilament (PA) atau multifilament (PES seperti terylene, PVA seperti kuralon atau PA seperti nylon). Beberapa perbedaan dari ke dua jenis bahan tersebut dilihat dari segi teknis diantaranya
Bahan multifilament lebih berat dan mahal, mudah dalam perakitannya dan lebih sesuai untuk kapal-kapal kecil;
Bahan multifilament lebih tahan dan mudah ditangani, sehingga dalam jangka panjang harganya relatif lebih rendah; Monofilament lebih kecil, halus dan transparan, sehingga dalam pemakaiannya akan memberikan hasil tangkapan yang lebih baik.
Pelepasan pancing (setting) dilakukan menurut garis yang menyerong,, atau tegak lurus pada arus. Waktu pelepasan tergantung jumlah basket yang akan dipasang, diharapkan pada dini hari sehingga settingan selesai pada pagi hari dimana saat ikan sedang giatnya mencari mangsa.
Umpan yang umum dipakai adalah jenis ikan yang mempunyai sisik mengkilat, tidak cepat busuk Berta mempunyai rangka yang kuat tidak mudah lepas pada saat disambar ikan.
Beberapa jenis ikan yang digunakan sebagai umpan diantaranya ;Ikan Bandeng, ikan Saury, Ikan Tawes, ikn Kembung,
-
Ikan Layang dan Cumi-cumi Panjang umpan berkisar antara 15 - 20 cm dengan berat antara 80 - 150 gram.
sumber : Dinas Perikanan Propinsi Jawa Barat, 2008
Rawai (Long Line) terdiri dari rangkaian tali utama dan tali pelampung, dimana pada tali utama pada jarak tertentu terdapat beberapa tali cabang yang pendek dan berdiameter lebih kecil dan di ujung tali cabang ini diikatkan pancing yang berumpan.
Rawai yang dipasang di dasar perairan secara tetap dalam jangka waktu tertentu disebut Rawai Tetap atau Bottom Long Line atau Set Long Line digunakan untuk menangkap ikan-ikan demersal (Gambar 4.18). Ada juga Rawai yang hanyut biasa disebut Dript Long Line digunakan untuk menangkap ikan-ikan pelagis.
Bahan tali pancing dapat terbuat dari bahan monofilament (PA) atau multifilament (PES seperti terylene, PVA seperti kuralon atau PA seperti nylon). Beberapa perbedaan dari ke dua jenis bahan tersebut dilihat dari segi teknis diantaranya
Bahan multifilament lebih berat dan mahal, mudah dalam perakitannya dan lebih sesuai untuk kapal-kapal kecil;
Bahan multifilament lebih tahan dan mudah ditangani, sehingga dalam jangka panjang harganya relatif lebih rendah; Monofilament lebih kecil, halus dan transparan, sehingga dalam pemakaiannya akan memberikan hasil tangkapan yang lebih baik.
Pelepasan pancing (setting) dilakukan menurut garis yang menyerong,, atau tegak lurus pada arus. Waktu pelepasan tergantung jumlah basket yang akan dipasang, diharapkan pada dini hari sehingga settingan selesai pada pagi hari dimana saat ikan sedang giatnya mencari mangsa.
Umpan yang umum dipakai adalah jenis ikan yang mempunyai sisik mengkilat, tidak cepat busuk Berta mempunyai rangka yang kuat tidak mudah lepas pada saat disambar ikan.
Beberapa jenis ikan yang digunakan sebagai umpan diantaranya ;Ikan Bandeng, ikan Saury, Ikan Tawes, ikn Kembung,
-
Ikan Layang dan Cumi-cumi Panjang umpan berkisar antara 15 - 20 cm dengan berat antara 80 - 150 gram.
sumber : Dinas Perikanan Propinsi Jawa Barat, 2008
Pemijahan pangasius
Pemijahan ikan patin biasanya dilakukan dengan teknik kawin suntik karena induk patin tidak terangsang untuk memijah bila dengan lingkungan alami. Teknik pemijahan induksi (induce breeding) dengan menyuntikkan larutan kelenjar hipofise dicampur dengan ovaprim. Biasanya, teknik ini diikuti dengan teknik pengurutan (stripping) agar telur tidak berceceran dan bisa ditetaskan di dalam akuarium.
1. Konstruksi kolam
Kolam induk patin jantan biasanya terletak terpisah dengan kolam induk patin betina. Bila tidak tersedia cukup kolam, biasanya hanya disediakan kolam untuk induk betina saja. Induk jantan lebih mudah dicari ke petani ikan dibandingkan dengan induk betina yang siap bertelur.
Kolam yang baik biasanya berbentuk persegi panjang karena lebih menjamin sirkulasi air dan mempermudah penangkapan dengan jaring. Kolam sebaiknya memperoleh pasokan air dari saluran pemasukan air langsung, bukan dari kolam lain. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kontaminasi penyakit melalui air dari ikan yang terinfeksi. Selain itu, sebaiknya kolam memiliki pintu pembuangan yang sempurna berbentuk monk untuk memudahkan pengeringan air kolam dalam waktu cepat.
2. Persiapan
Untuk memijahkan patin dengan teknik kawin suntik, harus dipersiapkan donor berupa ikan mas yang matang kelamin. Biasanya, donor yang dipakai adalah ikan mas jantan karena lebih mudah memperoleh jantan matang kelamin dibandingkan dengan betina yang matang kelamin, selain karena alasan ekonomis.
Pakan untuk burayak juga harus dipersiapkan. Pakan yang berupa udang renik Daphnia ditetaskan di dalam wadah penetasan berupa galon yang diberi lubang pada dasarnya dan ditempatkan dalam posisi yang terbalik.
Pemijahan ikan patin biasanya melewati beberapa kegiatan sebagai berikut.
a. Penghitungan berat donor
Umumnya, betina patin diberi 3 dosis. Oleh karena itu, untuk 5 kg induk betina patin, donor yang harus dipersiapkan sebanyak 15 kg. Sementara untuk induk jantan yang hanya 1 dosis sehingga perlu dipersiapkan donor seberat 5 kg untuk 5 kg induk jantan. Jadi, untuk sekali pelaksanaan pemijahan ikan patin seberat 5 kg, dibutuhkan ikan mas seberat 20 kg sebagai donor. Bila rata-rata ikan mas donor yang telah matang kelamin seberat 0,5 kg maka ada sekitar V ekor yang harus dipotong kepalanya dan diambil kelenjar hipofisenya.
b. Pengambilan kelenjar hipofise
Kegiatan ini dilakukan dengan memotong melintang kepala ikan mas sehingga terpisah dari tubuhnya. Selanjutnya, mulut ikan mas dihadapkan
ke atas untuk dipotong membujur mulai dari lubang hidung. Bekas irisan terakhir ini akan memperlihatkan otak yang berwarna putih ikut terbelah, Setelah itu, otak tersebut dipindahkan ke kertas saring dengan pinset dan sisa darah Berta lemak dibersihkan dengan kapas. Setelah bersih, akantampak kelenjar hipofise berwarna putih sebesar butir merica (1-2 mm) yang terletak di lekukan dasar tulang tengkorak.
c. Pembuatan ekstrak kelenjar
Pembuatan ekstrak kelenjar dilakukan Setelah semua kelenjar hipofis,4 diambil dari tengkorak ikan donor. Kelenjar tersebut harus dibersihkan di atas kertas saring. Kemudian, kelenjar dimasukkan ke dalam gelas penggerus dan ditambahkan akuabides antara 1,5-2 cc untuk setup kilogram jumlah induk yang akan disuntik. Kotoran dapat diendapkan dengan cara larutan dimasukkan ke dalam centrifugal (pemusing), baik yang elektrik maupun manual.
Penyuntikan
Penyuntikan dilakukan setelah larutan homogen yang bening dipisahkan dari endapan kelenjar dengan menggunakan spuit (alat suntikan). Penyuntikan induk betina dilakukan 2 kali agar efektif, sedangkan untuk iantan cukup sekali saja. Penyuntikan pertama biasanya dilakukan pada pukul 18.00 sebanyak i dosis pada induk betina. Penyuntikan kedua dilakukan setelah 12 jam dari penyuntikan pertama yaitu pukul 06.00 sebanyak 2 dosis pada induk betina. Adapun induk jantan disuntik pada saat penyuntikan kedua induk betina. Penyuntikan dilakukan pada otot daging bagian punggung (intramusculler), tepatnya di belakang sirip punggung sekitar baris kedua atau ketiga yang sejajar dengan bagian kelamin. Jarum disuntikan dengan kemiringan WO dari arah punggung sedalam 1-2 cm. Setelah disuntik, kedua induk dimasukkan kembali ke tempat penampungan induk masing-masing.
e. Stripping (pengurutan)
Pengurutan dilakukan setelah 10-12 jam dari suntikan kedua. Induk betina dipegang dengan tangan kiri di bagian punggung dan tangan kanan di bagian perut. Sementara ibu jari tangan kanan mengurut berulangulang pada bagian perut ke arah lubang pelepasan. Telur ditampung di dalam baskom bersih yang diberi sedikit air. Dengan cara yang sama pengurutan dilakukan pada induk jantan. Setelah keluar, sperma dicampurkan dengan telur dan diaduk perlahan-lahan dengan bulu ayam selama 3-4 menit. Telur yang sudah tercampur cairan sperma kemudian dibilas dengan air bersih untuk menghilangkan sisa cairan sperma, feses, dan darah.
1. Konstruksi kolam
Kolam induk patin jantan biasanya terletak terpisah dengan kolam induk patin betina. Bila tidak tersedia cukup kolam, biasanya hanya disediakan kolam untuk induk betina saja. Induk jantan lebih mudah dicari ke petani ikan dibandingkan dengan induk betina yang siap bertelur.
Kolam yang baik biasanya berbentuk persegi panjang karena lebih menjamin sirkulasi air dan mempermudah penangkapan dengan jaring. Kolam sebaiknya memperoleh pasokan air dari saluran pemasukan air langsung, bukan dari kolam lain. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kontaminasi penyakit melalui air dari ikan yang terinfeksi. Selain itu, sebaiknya kolam memiliki pintu pembuangan yang sempurna berbentuk monk untuk memudahkan pengeringan air kolam dalam waktu cepat.
2. Persiapan
Untuk memijahkan patin dengan teknik kawin suntik, harus dipersiapkan donor berupa ikan mas yang matang kelamin. Biasanya, donor yang dipakai adalah ikan mas jantan karena lebih mudah memperoleh jantan matang kelamin dibandingkan dengan betina yang matang kelamin, selain karena alasan ekonomis.
Pakan untuk burayak juga harus dipersiapkan. Pakan yang berupa udang renik Daphnia ditetaskan di dalam wadah penetasan berupa galon yang diberi lubang pada dasarnya dan ditempatkan dalam posisi yang terbalik.
Pemijahan ikan patin biasanya melewati beberapa kegiatan sebagai berikut.
a. Penghitungan berat donor
Umumnya, betina patin diberi 3 dosis. Oleh karena itu, untuk 5 kg induk betina patin, donor yang harus dipersiapkan sebanyak 15 kg. Sementara untuk induk jantan yang hanya 1 dosis sehingga perlu dipersiapkan donor seberat 5 kg untuk 5 kg induk jantan. Jadi, untuk sekali pelaksanaan pemijahan ikan patin seberat 5 kg, dibutuhkan ikan mas seberat 20 kg sebagai donor. Bila rata-rata ikan mas donor yang telah matang kelamin seberat 0,5 kg maka ada sekitar V ekor yang harus dipotong kepalanya dan diambil kelenjar hipofisenya.
b. Pengambilan kelenjar hipofise
Kegiatan ini dilakukan dengan memotong melintang kepala ikan mas sehingga terpisah dari tubuhnya. Selanjutnya, mulut ikan mas dihadapkan
ke atas untuk dipotong membujur mulai dari lubang hidung. Bekas irisan terakhir ini akan memperlihatkan otak yang berwarna putih ikut terbelah, Setelah itu, otak tersebut dipindahkan ke kertas saring dengan pinset dan sisa darah Berta lemak dibersihkan dengan kapas. Setelah bersih, akantampak kelenjar hipofise berwarna putih sebesar butir merica (1-2 mm) yang terletak di lekukan dasar tulang tengkorak.
c. Pembuatan ekstrak kelenjar
Pembuatan ekstrak kelenjar dilakukan Setelah semua kelenjar hipofis,4 diambil dari tengkorak ikan donor. Kelenjar tersebut harus dibersihkan di atas kertas saring. Kemudian, kelenjar dimasukkan ke dalam gelas penggerus dan ditambahkan akuabides antara 1,5-2 cc untuk setup kilogram jumlah induk yang akan disuntik. Kotoran dapat diendapkan dengan cara larutan dimasukkan ke dalam centrifugal (pemusing), baik yang elektrik maupun manual.
Penyuntikan
Penyuntikan dilakukan setelah larutan homogen yang bening dipisahkan dari endapan kelenjar dengan menggunakan spuit (alat suntikan). Penyuntikan induk betina dilakukan 2 kali agar efektif, sedangkan untuk iantan cukup sekali saja. Penyuntikan pertama biasanya dilakukan pada pukul 18.00 sebanyak i dosis pada induk betina. Penyuntikan kedua dilakukan setelah 12 jam dari penyuntikan pertama yaitu pukul 06.00 sebanyak 2 dosis pada induk betina. Adapun induk jantan disuntik pada saat penyuntikan kedua induk betina. Penyuntikan dilakukan pada otot daging bagian punggung (intramusculler), tepatnya di belakang sirip punggung sekitar baris kedua atau ketiga yang sejajar dengan bagian kelamin. Jarum disuntikan dengan kemiringan WO dari arah punggung sedalam 1-2 cm. Setelah disuntik, kedua induk dimasukkan kembali ke tempat penampungan induk masing-masing.
e. Stripping (pengurutan)
Pengurutan dilakukan setelah 10-12 jam dari suntikan kedua. Induk betina dipegang dengan tangan kiri di bagian punggung dan tangan kanan di bagian perut. Sementara ibu jari tangan kanan mengurut berulangulang pada bagian perut ke arah lubang pelepasan. Telur ditampung di dalam baskom bersih yang diberi sedikit air. Dengan cara yang sama pengurutan dilakukan pada induk jantan. Setelah keluar, sperma dicampurkan dengan telur dan diaduk perlahan-lahan dengan bulu ayam selama 3-4 menit. Telur yang sudah tercampur cairan sperma kemudian dibilas dengan air bersih untuk menghilangkan sisa cairan sperma, feses, dan darah.
Langganan:
Postingan (Atom)